Selasa, 10 Juli 2012

Membuat Kiln Electirk Sederhana

Setelah membuat tungku drum, kali ini saya membuat Tungku yang sangat sederhana dan kecil. Cocok untuk Foto Mug Keramik yang memakai sablon keramik . Mengapa akhir-akhir ini saya lebih banyak membahas urusan tungku? Ya….karena memang paling penting dalam pembuatan keramik adalah tungku. Bagaimana bisa anda membuat keramik tanpa melalui proses pembakaran? dan termasuk kebutuhan yang harganya tidak murah. Tetapi sebetulnya saya memang lagi senang membuat tungku yang kecil-kecil dan murah. Supaya anda tidak takut belajar keramik hanya karena kesulitan memiliki tungku keramik.

Sebetulnya tujuan saya membuat tungku listrik ini untuk membuat Fused Glass, tetapi setelah saya coba hingga 60 menit, pecahan kaca tidak meleleh sedikitpun. Saya perkirakan pasti dibawah 900C. Tetapi bagaimana mengetahui bila saya tidak menggunakan Thermocouple dan Thermocontrol?

OK, untuk mengetahuinya dan memperkirakan berapa suhu selama 60 menit, saya melakukan pengetesan memakai Ceramic Decal 580C dan 780C. Setelah 60 menit Ceramic Decal 580C terlihat Over firing sedikit, sedang yang 780C kurang mengkilap sedikit.

Bila saya bersabar dengan menambah waktu bakar, kemungkinan bisa mencapai 900C, atau menambah satu lagi elemen ( tetapi listrik rumah tidak cukup ).

Saya membeli gulungan kawat neklin yang sudah jadi. Sebetulnya saya akan membeli kawat yang meteran, tetapi saat itu saya agak malas untuk menggulung sendiri, dan menanyakan apakah ada yang sudah jadi untuk kompor masak listrik? ternyata ada. Harganya Rp. 12.500,- untuk 600 Watt. Diameter gulungan 6 mm, panjangnya lupa tidak saya ukur sebelum dipasang, karena gulungan itu harus ditarik bila dipasang. Fotonya dibawah ini :



Saya membutuhkan 4 buah bata isolasi, satu buah digunakan untuk membuat alur untuk kawat neklin ( kanthal ), yang sudah ada. Alur yang saya buat seperti dibawah ini, tetapi ada kesalahan dalam membuat alur sehingga waktu dinyalakan jatuh kebawah.


Tetapi masih bisa dibenahi dan dipakai lagi dengan mengalihkan ke alur yang diatas . Seperti foto dibawah ini.


Atur letak bata isolasi seperti gambar dibawah, yang dua buah bata saya jepit dengan penjepit, yang dua hanya saya rapatkan, sebagai dasar saya memakai Ceramic Fiber, dibawahnya saya memakai dasar plat drum. Jangan memakai meja kayu karena dibawah panas sekali supaya tidak panas lapisan ceramic fiber bisa dibuat dua lapis. Sebagai penutup juga dari ceramic fiber, kemudian ditutup dengan plat dari terracotta yang saya buat dulu.



Ketahanan kawat neklin sampai berapa kali pembakaran, saya masih belum tahu, biasanya tergantung dari:
Semakin lama pemanasan, berarti suhu akan lebih tinggi, usia kawat lebih pendek.
Jangan keburu membuka tutup selagi masih panas, pendinginan mendadak akan merusak kawat neklin.
Saran : Lebih rata bila dibuat dikedua sisi.
Hati-hati bila bekerja dengan listrik, konsultasikan kepada orang yang berpengalaman mengenai listrik.


Jenis - Jenis Kiln Untuk FIGURINE

Bila anda akan memulai membuat keramik, perlu mengetahui jenis tungku keramik. Dan keramik jenis apa yang akan dibuatnya. Disini ada beberapa jenis Tungku Keramik:

Wood Fired : adalah tungku yang menggunakan bahan bakar kayu. Tungku ini adalah jenis tungku yang paling jadul ( kuno ), sudah ada ribuan tahun yang lalu. Untuk mencapai temperature tinggi bisa menghabiskan hampir satu ton kayu.



Gambar 1 : Wood Fired

Gas Fired :  Jenis tungku ini lebih modern dan lebih praktis, bersih dibanding dengan tungku diatas, karena memakai instalasi gas, akan lebih mudah ditambahkan alat pengatur sehingga bisa menghasilkan keramik yang lebih baik. Cara menaikkan suhu dengan sistem periodik.














Gambar 2 : Gas Fired





Electric : Tungku ini paling modern, lebih bersih daripada kedua jenis diatas. Dan lebih mudah dalam pengontrolannya. Hasilnya juga lebih bagus , menghasilkan permukaan glasir yang lebih kilap dan sempurana. Kendalanya adalah bila biaya listrik tinggi. Sehingga beberapa seniman keramik mengubahnya menjadi tungku gas.











Gambar 3 : Electric

Raku : adalah jenis pembakaran yang unik. Keramik dibakar sehingga mencapai suhu dimana keramik membara, dikeluarkan seketika dan langsung dimasukkan kedalam drum yang sudah ada bekas Koran atau dedaunan, sehingga terbakar dan langsung ditutup. Akan menghasilkan keramik yang unik pula.


Bottle kiln : Tungku ini adalah tungku yang juga Kuno, popular pada abad 18 sampai tahun 1960 an. Ukuran dan bentuknya tidak ada yang sama, tergantung pada pembuatnya. Bila yang membuat pabrik keramik yang besar, juga mempunyai tungku yang besar, sehingga bisa dimasuki beberapa orang didalam . Lama pembakaran bisa 48 jam. Biasanya setelah api dipadamkan, tungku akan dingin setelah 48 jam kemudian. Tetapi bila keramik sangat dibutuhkan lebih cepat dikeluarkan, pada suhu yang masih panas orang bisa mesuk dan membongkar keramik menggunakan baju dan kaos tangan tahan api.

Gambar 4 : Bottle Kiln











Anagama Kiln: Kiln anagama adalah jenis tungku keramik  kuno dibawa ke Jepang dari China melalui Korea pada abad ke-5. Anagama berarti tungku berbentuk Gua. Bahan bakar menggunakan kayu bakar, lama bakar bisa 48 jam sampai  12 hari tergantung volume barang yang dibakar. Sumber api didepan dan dikeluarkan dibelakang. Tungku ini bisa mencapai suhu 1400 derajat celcius.

Gambar 5 : Anagama kiln 
1 Pintu selebar 75 cm
2 Lokasi api
3 Lantai menanjak terbuat dari pasir silika
4 Damper
5 Cerobong
6 Cerobong atas
7 Bata tahan api melengkung

Continuous kiln : kadang disebut  Tunnel kiln . Bahan bakar ada yang memakai minyak tanah, gas, ada yang menggunakan listrik. Tungku ini bentuknya memanjang, sumber apinya ditengah, mengggunakan kereta atau roller untuk membawa keramik dari depan pintu masuk keluar dibelakang.  Sehingga awal masuk, barang akan menerima panas yang masih rendah, makin ketengah makin panas, ada istilah pembagian ruangan yaitu Preheating Zone ( awal masuk ), Firing zone ( zona api ), Cooling zone ( pendinginan ), pada jenis ini pemanasannya lebih merata serta menhemat bahan bakar dan menghasilkan barang yang lebih banyak.

Shuttle Kiln : Tungku ini sampai sekarang adalah tungku yang banyak dipakai, termasuk di Indonesia. Karena lebih mudah membuatnya dan harganya jauh lebih murah dibanding Tunnel Kiln. Shuttle kiln menggunakan bahan bakar minyak tanah, gas atau listrik. Pemakaian bahan bakar lebih boros dibanding Continuous Kiln. Karena setiap mulai bakar tungku sudah dingin, dan kalau mengeluarkan juga menunggu dingin, sehingga banyak panas yang terbuang.
Gambar 6 : Shuttle Kiln




Senin, 04 Juni 2012

Sintering Material Keramik

Sintering material keramik adalah metoda yang melibatkan konsolidasi dari partikel-partikel, pemanasan dilakukan terhadap green compact pada temperature tinggi dibawah melting point, partikel-partikel yang terpisah itu akan berdifusi dengan partikel lainnya. Driving Force dari proses sintering adalah pengurangan dari surface energy dari partikel disebabkan oleh penurunan vapour-solid interfaces.
Selama proses difusi pori-pori, yang terjadi di “ GREEN COMPACT  ", berkurang atau bahkan menutup, sehingga densifikasi yang berakibat peningkatan dari sifat mekaniknya. Penurunan porositas, yang disebabkan oleh proses sintering, ditentukan oleh tingkat porositas awal dari "GREEN COMPACT", suhu sintering dan waktu sintering.
Sintering lebih efektif jika fase cair mengambil bagian dalam proses (liquid phase sintering).
Sintering dari keramik oksida murni memerlukan waktu yang relatif lama dan suhu tinggi karena difusi berlangsung dalam keadaan padat.
Pemberian tekanan akan dapat mengurangi waktu sintering dan porositas yang dihasilkan.
Tunnel kiln dan periodic kilns biasanya digunakan untuk sintering keramik (firing).
Pada periodic kilns pemanasan dan pendinginan tahap sintering dilakukan menurut prosedur tertentu.
Pada tunnel kilns bagian disinter melalui zona suhu yang berbeda, Tunnel kilns memiliki tiga zona:
  1. Preheat zone : Untuk menghilangkan pelumas dan bahan organik lainnya 
  2. Sintering zone : Dimana difusi terjadi 
  3. Cooling zone : Proses pendinginan terjadi 
Proses sintering dapat dilakukan dalam atmosfer yang berbeda: udara, atmosfer inert. Sintering terjadi secara bersamaan dengan menekan dalam proses menekan panas (hot die pressing, hot isostatic pressing).

MENGENAL KILN UNTUK FIGURINE


Gambar 1 : Gambar Kiln Beserta tatakan Kiln

Dalam tulisan saya ini saya akan menjelaskan apa itu " Kiln For Figurine. "
Gambar 2 : Kiln Bagian Dalam
Kiln adalah sebuah media/alat untuk pembakaran Figurine atau Boneka Kramik dengan media pemanasan berupa Elemen Listrik atau Gas Alam.